Kera, Tikus, Sapiens dan Mesin



Memang kedengaran ambigu, menghubungkan tikus, manusia dan mesin. Namun jika kita berkaca pada riset tentang sitoarsitektonik atau sistem seluler jaringan otak, kita akan menemukan benang merahnya disana.

KORTEKS FRONTAL

Sistem korteks frontal dahulu diyakini sebagai bagian manusia yg unik, tidak dimiliki oleh mahluk selain manusia. Namun penemuan terahir ternyta korteks frontal juga dilimiki oleh hewan lain seperti tikus, kera, juga mesin lewat Artificial Intelligence nya. Bahkan penelitian terahir lewat Proceedings of Royal Society, studi ini menggunakan lebih dari enam tahun data dari dua lokasi penelitian di Republik Kongo, bahwa Gorila memiliki struktur sosial yang lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya, mulai dari ikatan seumur hidup yang terjalin di antara hubungan yang jauh, hingga "tingkatan sosial" dengan kemiripan yang mencolok dengan masyarakat manusia tradisional.
Korteks frontal sendiri adalah salah satu anterior dari lobus frontal, terletak di kepala bagian depan (dahi) yang berfungsi untuk bagian terdepan otak yang terletak tepat di belakang dahi. Korteks frontal bertanggung jawab dalam mengatur gerakan, penilaian, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, spontanitas dan perencanaan (kontrol impuls), memori, bahasa, hingga dan perilaku sosial dan seksual. Yang jika pada mesin kita menyebutnya sebagai Artificial Intelligence, yang juga funsi yang sama seperti halnya korteks frontal.

STUPID AND EGO

Apa yang dapat kita pelajari dari sejarah nenek moyang kita yg dituliskan oleh Harari dalam bukunya yang berjudul 'HOMO SAPIENS' adalah. Pada dasarnya nenek moyang aapiens adalah spesies yang berada di bagian bawah dalam struktur rantai makanan. Namun apa yang membuat sapiens hari ini menguasai puncak rantai makanan. Tidak lain adalah kemampuan untuk besosialisasi atau interaksi.  Dari kemampuan itu sapiens dapat membentuk komunitas dan bekerja sama dalam melakukan pekerjaan dan bertahan hidup. Membangun mitos bersama untuk mencapai kebahagiaan, kemakmuran, keberkatan dll.

Kita, sapiens hari ini hampir berada di posisi krisisnya interaksi sosial. Artinya, kita bisa terbantu oleh teknologi namun disisi lain kita menciptakan mesin pemusnah diri kita sendiri. Dimana interaksi sosial yang semakin renggang, jarak tidak lagi ditentukan oleh dunia nyata. Ambisi semakin memuncak. Bukan tidak mungkin apa yang diramalkan oleh hawking terkait kepunahan sapiens pada masa mendatang adalah hal yg bukan tidak mungkin. Digantikan oleh mahluk lain sperti tikus, kera yang juga memiliki sistem korteks frontal atau bahkan kecerdasan buatan yg diterapkan pada mesin juga akan menjadi pemusnah sapiens itu sendiri.


Selamat datang era revolusi industri 5.0 Human-centered Society.

Gorontalo, 15 juli, 2019

Komentar